top of page
logo_ebesha-horizontal_RGB.png

AI dalam Marketing: Memahami Kebutuhan Pelanggan dan Customer Experience

  • Gambar penulis: Vanesha
    Vanesha
  • 28 menit yang lalu
  • 5 menit membaca

eBesha Customer Experience

Penerapan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dalam bisnis membawa dampak besar, terutama dalam strategi marketing. AI bukan hanya sekadar alat untuk menjangkau pelanggan dan memasarkan produk, tetapi juga berperan penting dalam meningkatkan layanan, membangun citra merek, serta memperkuat keterlibatan dengan audiens di berbagai platform digital. Beragam kanal komunikasi seperti situs web, media sosial, pesan instan, email marketing, dan chatbot berbasis AI kini menjadi alat strategis untuk menyebarkan informasi pemasaran dengan lebih efektif dan terukur.



Keunggulan Menggunakan AI di Marketing?

Penggunaan AI dalam marketing adalah memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan mengolah data pelanggan. Tujuannya adalah meningkatkan efektivitas strategi pemasaran serta kepuasan pelanggan. Dengan teknologi AI, bisnis dapat memahami pola perilaku pelanggan, memberikan rekomendasi yang lebih akurat, dan mengoptimalkan interaksi secara otomatis.


AI dalam Marketing menggabungkan machine learning, analisis data, dan otomatisasi untuk menjangkau pelanggan dengan lebih efisien dan presisi. Berbeda dengan pemasaran konvensional, AI memanfaatkan algoritma cerdas dan pemrosesan data berbasis komputer. Hal ini memungkinkan bisnis merespons kebutuhan pelanggan secara real-time, lebih personal, dan berbasis data yang akurat.



Contoh Penggunaan AI dalam Marketing

  1. Personalisasi Konten & Rekomendasi Produk

Contoh: TikTok memanfaatkan AI dalam "For You Page (FYP)", yang menyesuaikan konten berdasarkan preferensi, interaksi, dan kebiasaan menonton pengguna. Hal ini memungkinkan pengguna mendapatkan konten yang paling relevan dan menarik bagi mereka.


  1. Chatbot & Customer Support Otomatis

Contoh:Tokopedia dan Shopee menggunakan chatbot berbasis AI untuk menjawab pertanyaan pelanggan secara real-time tanpa perlu menunggu admin. Chatbot ini juga membantu mengenali pola pertanyaan pelanggan dan memberikan solusi otomatis, sehingga meningkatkan efisiensi layanan.


  1. Optimasi Iklan Digital (AI-Powered Ads)

Contoh: Google Ads & Facebook Ads menggunakan AI untuk menargetkan iklan berdasarkan perilaku, minat, dan demografi pengguna. Hal ini membantu untuk mengoptimalkan bidding dan placement iklan agar lebih tepat sasaran dan meningkatkan konversi.


  1. Analisis Sentimen & Tren Pasar

Contoh: Unilever menggunakan AI untuk menganalisis sentimen pelanggan di media sosial dan memahami tren konsumsi produk perawatan pribadi serta makanan. AI membantu mereka mengembangkan strategi pemasaran berbasis data, memastikan kampanye yang lebih sesuai dengan preferensi audiens.


  1. Email Marketing Otomatis & Prediktif

Contoh: Amazon mengirimkan email otomatis yang disesuaikan dengan riwayat belanja dan preferensi pelanggan, dimana hal ini dapat meningkatkan kemungkinan konversi. Selain itu, AI membantu Amazon untuk memprediksi produk yang mungkin dibutuhkan pelanggan dan mengirim rekomendasi yang lebih personal.



Kelebihan AI di Dalam Marketing

  • Personalisasi yang Lebih Baik: AI menganalisis data pelanggan secara mendalam untuk menyajikan konten, rekomendasi, dan promosi yang lebih relevan. Hasilnya, pengalaman pelanggan secara signifikan.


  • Efisiensi & Automasi Tinggi: AI mengotomatiskan tugas repetitif seperti email marketing, chatbot, dan customer service. Hal ini dapat menghemat waktu dan biaya operasional secara substansial.


  • Optimasi Iklan & Targeting yang Akurat: AI membantu mengidentifikasi audiens yang tepat dengan menganalisis perilaku, minat, dan kebiasaan pelanggan, sehingga meningkatkan efektivitas iklan digital dengan hasil yang lebih akurat.


  • Analisis Data Lebih Cepat & Akurat: AI dapat mengolah big data dalam waktu yang sangat singkat, dimana hal ini dapat dengan cepat memberikan wawasan yang mendalam untuk pengambilan keputusan berbasis data.


  • Peningkatan Customer Engagement: Chatbot AI dan asisten virtual memungkinkan bisnis menanggapi pelanggan secara real-time, sehingga meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan.


  • Prediksi Tren & Perilaku Pelanggan: AI mampu menganalisis tren pasar dan memprediksi kebutuhan pelanggan. Hal ini membantu bisnis merancang strategi pemasaran yang lebih efektif.


  • Meningkatkan ROI (Return on Investment): Dengan targeting yang lebih presisi dan automasi pemasaran, AI membantu bisnis mengurangi biaya iklan dan meningkatkan konversi. Akibatnya, ROI menjadi lebih optimal.



Kekurangan AI di dalam marketing

  • Kurangnya Sentuhan Manusia

    AI dapat mengotomatiskan interaksi pelanggan, tetapi sering kali kurang dalam aspek emosional dan tidak bisa sepenuhnya menggantikan pengalaman personal yang diberikan oleh manusia. Hal ini dapat mengakibatkan kurangnya ikatan emosional antara bisnis dan pelanggan.


  • Ketergantungan pada Data Berkualitas

    AI membutuhkan data yang akurat dan relevan untuk bekerja secara optimal. Jika data yang digunakan salah atau tidak lengkap, hasil analisis dan keputusan AI bisa menjadi tidak efektif, bahkan menyesatkan.


  • Biaya Implementasi yang Tinggi

    Penerapan AI dalam marketing, terutama untuk bisnis kecil dan menengah, memerlukan investasi besar dalam teknologi, infrastruktur, serta pelatihan tim agar AI dapat digunakan secara maksimal. Ini bisa menjadi penghalang bagi bisnis dengan anggaran terbatas.


  • Risiko Keamanan & Privasi Data

    AI mengandalkan data pelanggan dalam jumlah besar, sehingga risiko kebocoran data, pelanggaran privasi, atau penyalahgunaan informasi sangat besar. Hal ini bisa berdampak negatif pada kepercayaan pelanggan dan reputasi bisnis.


  • Kesulitan dalam Interpretasi Hasil

    AI dapat memberikan insight berbasis data, tetapi tidak selalu mudah bagi bisnis untuk menafsirkan atau memahami alasan di balik keputusan yang dibuat oleh AI (black-box problem). Tentunya dapat mengurangi kepercayaan pada hasil yang diberikan oleh AI.


  • Kurang Fleksibel dalam Menangani Situasi Tak Terduga

    AI bekerja berdasarkan pola dan data historis, sehingga kurang efektif dalam menghadapi perubahan pasar yang mendadak atau situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Fleksibilitas dan adaptabilitas manusia masih diperlukan dalam situasi tersebut.


  • Potensi Kesalahan Algoritma

    Jika AI tidak dikonfigurasi dengan baik atau menggunakan model yang salah, bisa terjadi kesalahan dalam rekomendasi produk, targeting iklan, atau analisis data. Hal ini berujung pada strategi marketing yang tidak tepat dan bisa merugikan bisnis.



Tips Sukses Menerapkan AI dalam Marketing

  1. Mulai dari Tujuan yang Jelas

Tentukan masalah utama yang ingin diatasi dengan AI. Apakah untuk meningkatkan personalisasi, mengoptimalkan iklan, atau otomatisasi layanan pelanggan? Dengan tujuan yang terarah, bisnis dapat mengalokasikan anggaran secara efisien dan memastikan implementasi AI memberikan hasil yang maksimal.


  1. Gunakan Data Berkualitas

Pastikan AI bekerja dengan data yang akurat, relevan, dan terstruktur agar hasil analisis dan prediksi lebih efektif. Hindari penggunaan data yang tidak lengkap, bias, atau tidak terverifikasi, karena dapat menghasilkan wawasan yang keliru dan strategi yang kurang tepat.


  1. Pilih Teknologi AI yang Tepat

Gunakan tools AI sesuai kebutuhan, seperti Google Analytics AI untuk analisis data, Chatbot AI (ChatGPT, eBesha, dan Intercom) untuk customer service, atau AI-powered ad targeting (Meta & Google Ads) untuk optimasi iklan. Dengan pemilihan teknologi yang tepat akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas strategi pemasaran.


  1. Automasi Bertahap, Jangan Langsung Total

Mulailah dengan otomatisasi tugas sederhana seperti email marketing otomatis atau chatbot, lalu secara bertahap tingkatkan ke AI yang lebih canggih, seperti analisis prediktif dan personalisasi tingkat lanjut, seiring dengan pertumbuhan bisnis.


  1. Gabungkan AI dengan Human Touch

AI dapat mengotomatiskan berbagai proses, tetapi interaksi manusia tetap penting untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih personal, empati, dan berkesan. Kombinasi AI dan human touch akan meningkatkan kepuasan serta loyalitas pelanggan.


  1. Uji, Evaluasi, & Optimalkan Secara Berkala

Lakukan pengujian A/B untuk melihat efektivitas AI dalam strategi marketing. Lalu analisis hasilnya secara mendalam dan lakukan penyesuaian agar AI terus bekerja secara optimal dalam meningkatkan performa pemasaran.


  1. Perkuat Keamanan & Privasi Data

Pastikan pengelolaan data pelanggan dikelola dengan aman, sesuai regulasi, dan tidak melanggar privasi pengguna. Terapkan enkripsi, kontrol akses, dan kebijakan kepatuhan untuk mencegah penyalahgunaan data serta membangun kepercayaan pelanggan.


  1. Tingkatkan Literasi AI dalam Tim

Pastikan tim marketing memahami cara kerja AI, mampu menggunakannya secara efektif, dan mengoptimalkan potensinya dalam strategi pemasaran. Pelatihan yang berkelanjutan akan membantu tim beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memaksimalkan hasil.


  1. Gunakan AI untuk Prediksi & Personalisasi

Manfaatkan AI untuk memprediksi tren pasar, perilaku pelanggan, dan memberikan rekomendasi personal yang lebih relevan serta personal. Pendekatan ini dapat meningkatkan engagement, konversi, dan loyalitas pelanggan secara signifikan.


  1. Prioritaskan ROI (Return on Investment)

Pastikan AI memberikan nilai tambah bagi bisnis dengan memantau ROI dari strategi pemasaran berbasis AI. Lakukan evaluasi berkala untuk memastikan hasil yang dicapai sebanding atau bahkan melebihi investasi yang dikeluarkan, sehingga AI benar-benar meningkatkan efisiensi dan profitabilitas.


Salah satu solusi terbaik untuk mengoptimalkan AI dalam marketing dan CX adalah dengan cara:

  • Mengintegrasikan semua saluran komunikasi pelanggan (WhatsApp, Instagram, Telegram, Email, Website) dalam satu platform

  • Menggunakan AI untuk memahami, memprediksi, dan merespons pelanggan secara otomatis

  • Meningkatkan personalisasi layanan melalui analisis data yang lebih cerdas

  • Meningkatkan kinerja tim customer service dan pemasaran dengan otomatisasi yang lebih efisien.


Dengan eBesha, bisnis dapat memberikan pengalaman pelanggan yang lebih terhubung, responsif, dan personal. AI bukan lagi sekadar tren, tetapi kunci sukses untuk memenangkan persaingan bisnis di era digital!



bottom of page